Minggu, 27 Mei 2012

Verbatim Konseling RET (Rational Emotive Therapy)


TUGAS INDIVIDU
SATLAN DAN VERBATIM
RET (Rational-Emotive Therapy)





Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktikum Konseling Individual
Dosen Pengampu Mata Kuliah : Dr. Siti.S.Fadhillah, M.Pd


Disusun Oleh :
RIAN HERMAWAN
K3109069


PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012

SATUAN KEGIATAN
LAYANAN KONSELING
                                                                                                                                   
A.    Judul / Spesifikasi Layanan                        :Merasa Kelelahan
B.       Bidang Bimbingan                                   : Pribadi
C.       Jenis Layanan                                           : Konseling Individu
D.      Fungsi Layanan                                        : Pengentasan
E.       Tujuan Layanan                                       : Mengubah cara berpikir klien dari                                                                       yang irrasional menjadi rasional.
F.        Hasil yang ingin dicapai                           :
1.    Klien dapat memahami keadaan diri secara baik
2.    Klien dapat berpikir secara rasional
3.    Klien dapat menemukan jalan keluar bagi masalahnya
G.      Sasaran Layanan                                      : Subhan Wahyu P     
H.      Uraian Kegiatan Pemberian Layanan      :
1.    Pendahuluan
a.       Menyambut kehadiran klien
b.      Menciptakan hubungan yang baik dengan klien
2.    Inti
a.       Assesment
Ø  Mengenali informasi tentang keadaan klien dan mendorong klien untuk menguraikan permasalahan
b.      Antecendent Event/Activity
Ø  Merumuskan kejadian yang sebenarnya terjadi dan dialami klien sehingga klien memiliki iratianal belief
c.       Belief
Ø  Merumuskan yang menjadi irational belief klien atas kejadian yang sebenarnya terjadi. Sehingga konselor dapat memahami keyakinan klien atas peristiwa yang dialami klien


d.      Consequence
Ø  Merumuskan hasil yang dibentuk dari irasional belief klien. Dalam permasalahn ini Consequence atas Antecedent Event adalah keinginan klien untuk lebih diperhatikan oleh orang tuanya
e.       Disputing
Ø  Konselor melakukan proses konseling dengan mendispute atau melawan irational belief klien dengan rational belief klien. Dispute dilakukan dengan memberikan treatment berupa Teknik Home Work dan Self Modelling
f.       Effect/Expectation
Ø  Hasil yang didapat berupa keberhasilan dapat diubahnya irational belief menjadi rational belief sehingga perilaku klien dapat terarah pada perilaku yang lebih positif
3.    Penutup
a.       Konselor dan klien membuat kesimpulan
b.      Menutup pertemuan        
I.         Tempat Penyelenggara Layanan              : Ruang BK
J.         Pelaksanaan                                       : 30 April 2012
K.      Waktu                                                      : 1 x 45 Menit
L.       Penyelenggara Layanan                           : Guru BK
M.     Pendekatan/ teknik yang digunakan    : RET/ Homework
N.      Alat yang Digunakan                               : kertas dan bolpoin
O.      Rencana Penilaian dan tindak lanjut        :
1.    Penilaian segera                    : Mengamati perilaku klien saat kegiatan konseling
2.    Penilaian jangka pendek  : Mengamati pilihan jalan keluar yang dipilih oleh klien
3.    Penilaian jangka panjang   : Bekerjasama dengan wali kelas ubtuk mengamati perkembangan klien selama satu bukan setelah proses konseling

P.  Tindak Lanjut                                            : Apabila di perlukan, dapat                                                                                                        dilaksanakan konseling pertemuan berikutnya
Q. Catatan Khusus                                   : -























VERBATIM KONSELING INDIVIDUAL
RET (Rational-Emotive Therapy)


            Subhan  adalah seorang siswa SMA kelas X. Dia awalnya berasal dari keluarga yang mampu dan berkecukupan. Dan suatu ketika Orang Tuanya mengalami musibah kecelakaan yang menyebabkan ayahnya sebagai tulang punggung keluarga meninggal dunia yang berpengaruh pada usahanya yang mengalami kebangkrutan. Hal ini mengharuskan Subhan untuk menggantikan tugas ayahnya sebagai tulang punggung keluarga, karena disini Subhan adalah anak laki-laki tunggal dalam keluarganya.
            Dan untuk mencukupi kebutuhan dia dan ibunya yang masih dirawat pasca kecelakaan tersebut Subhan harus bekerja sepulang dari sekolah. Hal ini pun menjadi beban tersendiri yang harus ditanggung oleh Subhan sebagai anak yang masih duduk di kelas X SMA.
Berikut proses konseling yang dilakukan :

PERTEMUAN PERTAMA
Pelaku
Pernyataan
Keterangan
Klien
“Selamat pagi Pak....!”

Konselor
“Oh iya...selamat pagi, mari masuk”
Good Rapport
Konselor
“ Maaf, ini dengan siapa ya..”
Good Rapport
Klien
“ Saya Subhan Pak, yang kemarin menghubungi Bapak minta untuk diadakan konseling hari ini”

Konselor
“.O iya-iya, bagaimana kabarnya Mas Subhan”
Good Rapport
Klien
“Alhamdulillah, baik pak.”

Konselor
“bagaimana pelajarannya barusan?menyenangkan?
Good Rapport
Klien
“ya lumayan pak”

Konselor
“Bagus kalau begitu. Semoga ke depannya Mas Subhan bisa mengikuti pelajaran di kelas dengan lebih baik ya.”
Reinforcement
Klien
“Ya, Pak. Terima kasih”

Konselor
“Baiklah kalau begitu, seperti kesepakatan kita kemarin, hari ini kita akan melakukan konseling. Waktu kita nanti 45 menit, dan mari kita guanakan waktu tersebut sebaik mungkin. Nanti silahkan Mas Subhan  bercerita tentang masalah Mas Subhan secara terbuka dan jujur dan tidak usah menutupi sehingga nanti dapat memudahkan saya dalam membantu Mas Subhan dalam mencari solusi yang terbaik. Dan Mas Subhan tidak usah khawatir, kalau saya akan bercerita kepada orang lain terkait konseling ini. Karena disini saya diikat oleh kode etik jadi saya tidak mungkin menbicarakan masalah ini kepada orang lain kecuali atas persetujuan dari Mas Subhan sendiri ”
baiklah sekarang coba Mas Subhan bercerita tentang masalah yang saat ini dihadapi oleh Mas Subhan
Role Limit













Lead
Klien
“begini pak, saya dulunya memang berasal dari keluarga yang mampu dan berkecukupan. Tapi setelah Orang Tua saya mengalami  musibah kecelakaan yang mengakibatkan ayah saya meninggal dunia kehidupan saya menjadi 180 berubah Pak
Aktivity
Konselor
“Iya Mas Subhan, bisa diceritakan lebih terbuka lagi dengan masalah yang Mas Subhan hadapi sekarang?”
Exploring
Klien
“Karena setelah kejadiaan itu mengharuskan saya menggantikan tugas ayah saya menjadi tulang punggung keluarga Pak. Jadi mau tidak mau setiap pulang sekolah mengharuskan saya bekerja keras untuk mencukupi kelangsungan hidup saya dan ibu saya yang sekarang masih dirawat pasca kecelakaan Pak”.

Konselor
jadi Mas Subhan sekarang merasa terbebani jika harus bekerja setelah pulang sekolah begitu? .
Clarification
Klien
“iya pak, apa lagi sekarang sepulang sekolah kan saya pribadi sebenarnya juga sudah capek
Aktivity
Konselor
“Iya..ya.. Bapak mengerti perasaan Mas Subhan, terus emangnya apakah tidak  ada saudara dekat dari keluarga Mas Subhan yang bisa membantu perekonomian keluarga Mas Subhan saat ini?”
Emphaty
Klien
“Sebenarnya ada Pak, walaupun masih satu kota tapi jarak rumah saya dan keluarga saya tersebut cukup jauh juga”

Konselor
“Iya, dan apakah Mas Subhan pernah mencoba datang untuk meminta bantuan?”
Exploring
Klien
“Pernah sih Pak sekali, dan mungkin kerena saya kesananya juga sendirian jadi tidak begitu diperhatikan. Dan sebenarnya ibu saya juga sungkan jika harus berhutang walaupun dengan keluarga sendiri”

Konselor
“Mengapa ibu Mas Subhan bisa merasa demikian?”
Assesment

Klien
Iya Pak, mungkin ibu saya takut nanti kalau tidak bisa menggembalikannya karena ayah saya sekarangkan juga sudah tidak ada”.

Konselor
“Soal pekerjaan yang biasanya Mas Subhan lakukan tadi seperti apa ya?”
Assesment

Klien
Saya melakukan pekerjaan yang bisa saya kerjakan saja Pak, karena saya sendiri juga belum mempunyai ijazah untuk mencari pekerjaan yang tetap”
“saya biasanya ikut orang saja seperti menjadi membantu bersih-bersih dan mengangkat barang-barang dagangan”

Konselor
“Apakah dengan pekerjaan yang Mas Subhan lakukan tersebut sudah dapat mencukupi kebutuhan keluarga?”
“dan bagaimana tanggapan ibu Mas Subhan sendiri dengan pekerjaan yang dilakukan Mas Subhan tersebut?”
Lead
Klien
“Sebenarnya masih sangatlah belum Pak, karena itulah saya merasa sangat pusing jika harus memikirkan kebutuhan ekonomi keluarga sejak dini Pak, mungkin lebih baik saya menyusul ayah saya saja Pak, saya sangat merindukan sosok ayah saya saat beliau masih hidup”
“sedangkan ibu saya, sebenarnya juga tidak tega jika melihat saya harus bekerja Pak, tapi ibu saya taunya juga saya bekerja yang biasa-biasa saja tidak seperti yang saya ceritakan tadi Pak.”

Konselor
“Terus dengan Mas Subhan ingin mengakhiri hidup apakah itu jalan keluar terbaik? Dan bagaimana dengan nasib ibu Mas Subhan yang sedang sakit?”
“Dan bagaimana sih sosok ayah Mas Subhan ketika masih hidup?”
Lead
Klien
Iya juga sih Pak, bagaimana dengan ibu saya nantinya dan siapa juga yang akan merawat ibu saya kalau saya juga pergi. Tapi mungkin sebaiknya saat putus sekolah saja ya Pak, supaya saya lebih fokus bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya?”
“Kalo untuk sosok ayah saya sendiri, ayah saya adalah seorang pekerja keras sampai keberhasilan usahanya dapat membahagiakan keluarganya Pak.”
Consequence
Konselor
“kalau begitu bagaimana dengan masa depan Mas Subhan, apa Mas Subhan tidak ingin cita-citanya tercapai?”
“dan apakah Mas Subhan tidak ingin seperti ayah Mas Subhan?”
Lead
Klien
Iya sih Pak, tapi saya masih binggung bagaimana membagi waktu sekolah dengan bekerja mencari nafkah.”

Konselor
Iya Mas Subhan, Bapak paham perasaan Mas Subhan rasakan. Kalau begitu apakah Mas Subhan bicarakan dengan ibu Mas Subhan terkait dengan masalah yang Mas Subhan hadapi sekarang”
Empaty


Lead

Klien
Saya belum mencobanya Pak, saya takut membebani pikiran ibu saya yang sedang sakit Pak.”

Konselor
Baiklah Mas Subhan, sepertinya Mas Subhan membutuhkan waktu istirahat dulu. Bagaimana kalau Mas Subhan nantinya coba membicarakan masalah terkait yang Mas Subhan rasakan sekarang deng ibu Mas Subhan, ketika nanti ibu Mas Subhan kelihatan lebih baikkan”
“dan kalau Mas Subhan merasa pekerjaan yang sekarang dirasa terlalu memberatkan Mas Subahan bisa juga untuk dibicarakan juga dengan bosh diamana Mas Subhan bekerja untuk ditempatkan dibagian yang lebih ringan”
Teknik Homework









Lead
Klien
Iya Pak. Sesampainya di rumah, nanti saya akan coba membicarakan masalah saya ini dengan ibu saya. Dan juga pada bosh ditempat saya bekerja untuk diberikan keringanan dalam bekerja”
“Dan besok lusa bila sudah ada perkembangan saya akan menemui Bapak lagi.”

Konselor
Baiklah kalau begitu, sebelum kita akhiri pertemuan konseling hari ini, coba Mas Subhan simpulkan apa saja yang kita bicarakan dalam proses konseling hari ini?
Termination
Summary
Klien
Baik Pak, saya disini memiliki permasalan dimana merasa kelelahan jika harus menggantikan peran ayah saya menjadi tulang punggung keluarga, setelah ayah saya meninggal dunia dalam kecelakaan. Dan untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya harus bekerja keras sepulang sekolah Pak”
“Dan saya merasa binggung untuk mengatur jadwal bekerja dengan sekolah, maka dari itu nanti saya akan coba membicarakan permasalahan saya ini dengan ibu saya dan juga bosh saya Pak.”

Konselor
Bagus Mas Subhan, kalau begitu untuk pertemuan konseling hari ini kita cukupkan sekian dulu, ya?
Termination
Klien
Iya, Pak. Terima kasih, saya permisi dulu, selamat siang Pak”

Konselor
Iya, selamat siang”
Termination



PERTEMUAN KEDUA
Pelaku
Pernyataan
Keterangan
Klien
Selamat pagi Pak”

Konselor
Iya, selamat pagi silahkan masuk. Silahkan duduk.”
Opening
Klien
Baik Pak, terima kasih “

Konselor
Mas Subhan, bagaiman kabarnya, tampaknya hari ini lebih segar dari yang kemarin
Good Rapport
Klien
Iya Pak, kemarin setelah pulang dari konseling dan melihat ibu saya lebih baikan saya mencoba membicarakan permasalahan yang saya rasakan Pak”.

Konselor
Terus bagimana tanggapan dari ibu Mas Subhan sendiri?”
Reinforcement
Klien
Sebenarnya ibu saya juga tidak ingin jika saya merasakan kelelahan jika harus bekerja lagi sepulang sekolah, dan ibu saya juga sempat kaget kalau pekerjaan yang saya lakukan selama ini adalah bersih-bersih dan angkat-angkat barang
“Ibu saya juga berpesan untuk lebih fokus saja dalam bersekolah dan ketika nanti ibu saya sudah sembuh juga akan ikut bekerja mencari penghasilan Pak.”

Konselor
“Wah..Bapak merasa ikut senang. Tentunya sekarang Mas Subhan lebih semangat lagi kan karena telah mendapat dukungan dari ibu Mas Subhan?”
Lead
Klien
“Iya, Pak. Sekarang saya lebih semangat lagi menjalani hari-hari saya, dan saya tidak ada gunanya juga harus mengeluh sampai-sampai mempunyai pikiran untuk bunuh diri dan ingin putus sekolah. Saya harus siap menerima takhdir saya ini Pak, dan saya akan berusaha untuk meraih cita-cita.”

Konselor
Baiklah kalo begitu, terus bagaimana dengan masalah Mas Subhan bosh ditempat Mas Subhan bekerja?”
Lead
Klien
Memang awalnya sih bosh saya juga binggung ketika saya minta ditempatkan dibagian yang lebih ringan, apalagi saya masuknya juga tanpa ijazah. Tapi setelah saya coba jelaskan permasalahan yang saya hadapi, dan alasan kenapa saya ingin ditempatkan dibagian yang lebih ringan, bosh saya bisa memakluminya dan sekarang saya ditempatkan dibagian kasir Pak”
Disputing
Konselor
“Waduh, bagian yang mengurusi uang berarti Mas Subhan. Bagaimana perasaan Mas Subhan saat ditempatkan di bagian itu?”

Klien
Saya awalnya juga merasa terbebani Pak jika harus mengurusi bagian kenguangan, tetapi sifat jujur dan tidak mengambil hak orang lain yang pernah diajarkan oleh orang tua saya, menjadikan tantangan pada diri saya untuk mencobanya Pak”

Konselor
 “Bagus Mas Subhan, kalau Mas Subhan mempunyai pemikiran seperti itu
Reinforcement

Klien
Iya pak, pastinya saya akan berusaha menjaga kepercayaan yang diberikan kepada saya.”

Konselor
Nah sekarang sekarang apakah Mas Subhan sudah merasa tidak terbebani jika harus bekerja sepulang sekolah?
Lead
Klien
Mungkin bukan saatnya lagi Pak jika saya harus menganggapnya sebagai beban hidup, tetapi saya akan lebih menganggapnya mulai belajar untuk lebih bersikap dewasa dan belajar tanggung jawab.”
“Tetapi sebenarnya saya juga masih binggung dalam mengatur jadwal belajar dan bekerja Pak, walaupun pekerjaan saya sekarang lebih ringan.”

Konselor
Nah sekarang Mas Subhan  coba untuk membuat jadwal harian mengenai segala kegiatan yang biasanya Mas Subhan kerjakan, dengan syarat Mas Subhan harus mematuhi Jadwal yang telah Mas Subhan sendiri
Lead
Klien
“Iya Pak, tetapi sepertinya saya mengerjakannya nanti di rumah saja, biar saya juga bisa berbikir panjang dan sepertinya juga butuh waktu buat saya membuatnya. Dan takutnya kalu saya buat disini malah menyibukan Bapak saja.

Konselor
Baiklah, kalau itu keinginan Mas Subhan. Kalau untuk jadwal kegiatan harian tadi akan Mas Subhan kerjakan di rumah, terus apa yang bisa kita bicarakan lagi terkait masalah Mas Subhan?”
Reflection of felling


Lead
Klien
“Sepertinya dicukupkan sekian dulu Pak, karena sebentar lagi saya juga mau ada ulangan. Dan besok kalau jadwal kegiatan hariannya sudah selesai akan saya konsultasikan kepada Bapak lagi.”

Konselor
Baiklah kalau begitu, sukses ya Mas Subhan untuk ulangannya nanti. Dan saya tunggu jadwal kegiatan hariannya secepatnya
Termination
Klien
Iya Pak terimakasih, kalau begitu saya permisi dulu Pak dan besuk saya akan datang kesini lagi membawa jadwal kegiatan harian yang telah saya buat Pak

Konselor
Baik Mas Subhan, terimakasih juga sudah berkunjung lagi kekantor Bapak hari ini.
Termination
Klien
Iya Pak Terimakasih, saya permisi dulu Pak, selamat siang”

Konselor
Iya, selamat siang”
Termination




PERTEMUAN KETIGA
Pelaku
Pernyataan
Keterangan
Klien
Selamat pagi Pak”
Opening
Konselor
Iya selamat pagi. Silahkan masuk. Silahkan duduk Mas Subhan
Mas Subhan sekarang tampaknya lebih ceria dari pada kemarin ya.”
Good Rapport
Klien
Iya Pak, sekarang saya lebih ceria dan semangat lagi Pak. Karena kemaren ulangan saya berjalan lancar Pak. Dan saya kesini juga sudah membawa jadwal kekiatan harian yang telah saya buat Pak”

Konselor
Bagus kalau begitu Mas Subhan, Bapak juga senang mendengarnya”
“bisa Bapak lihat Mas Subhan jadwalnya?”
Reinfocement
Klien
Oh iya Pak silahkan”
“kemarin saya membuatnya berdua Pak, bersama ibu saya, biar ada masukan juga dari orang tua”

Konselor
Iya bagus kalau begitu Mas Subha, jadi komunikasi dengan orang tua harus tetap dijaga dengan baik ya Mas Subhan.”
Reinforcement
Klien
“Baik Pak, bagaimana pendapat Bapak terkait jadwal yang saya buat ini Pak?”

konselor
“Baik Mas Subhan, karena jadwal ini yang membuat Mas Subhan sendiri dengan pemikiran yang matang Bapak rasa juga ini sudah yang terbaik. Dan yang terpenting Mas Subhan nantinya dapat bertanggung jawab atas jadwal yang Mas Subhan buat sendiri”
Lead
Klien
Iya Pak saya akan melaksanakan isi jadwal yang telah saya buat sebaik mungkin, dan saya juga mau mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak yang sudah menolong saya dalam masalah yang saya hadapi.”

Konselor
Begini Mas Subhan, disini Bapak tidak melakukan apa-apa dan hanya  bertugas membantu Mas Subhan, tetapi hasil yang Mas Subhan capai sekarang ini memang adalah usaha dari Mas Subhan sendiri. Bapak pun juga merasa senang Mas Subhan menjadi lebih baik. Bagaimana, apakah Mas Subhan sekarang sudah lebih lega dari pada sebelumnya?”
Role limit/
Effect




Lead
Klien
Iya Pak, sekarang sekarang saya sudah lega, karena yang menjadi beban saya selama ini sudah terselesaikan Pak.

Konselor
Iya Bapak ikut senang, baiklah kalau begitu coba sekarang Mas Subhan simpulkan semua pembicaraan kita dari awal pertemuan sampai sekarang”
Summary
Klien
Baik Pak, dimana sebelumnya saya merasa kelelahan jika harus bekerja sepulang sekolah karena menggantikan peran ayah saya sebagai tulang punggung keluarga, dan saya juga sempat putus asa dan ingin bunuh diri atau lebih baik putus sekolah saja, karena saya mengalami kebingungan dalam pembagian jadwal bekerja dan bersekolah. Dan akhirnya kini saya telah dapat mengatasinya setelah mengkomunikasikannya dengan ibu dan bosh saya, selain itu sekarang saya juga mempunyai jadwal kegiatan harian yang harus saya patuhi. ”

Konselor
Benar sekali, masalah Mas Subhan dimana sempat mengalami  kelelahan karena harus menggantikan peran ayah Mas Subhan sebagi tulang punggung keluarga tetapi kini Mas Subhan telah dapat mengambil hikmah bahwa kejadian tersebut dapat dijadikan pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab, dan kini Mas Subhan juga telah membuat jadwal harian sendiri Bapak juga berpesan untuk tidak melupakannya.
Dan Bapak sekarang juga ikut senang dengan pemikiran Mas Subhan yang lebih semangat dari yang sebelumnya”
Summary
Reflection of felling
Klien
“Saya juga senang sekali, Pak. Oh ya, Pak. Kalau besok-besok saya ke sini lagi kalau ada masalah yang ingin saya ceritakan ke Bapak, boleh ya Pak?”

Konselor
Iya, Mas Subhan tentu saja. Bapak akan menerima Mas Subhan kapan pun dan Bapak akan siap membantu Mas Subhan”
Termination
Klien
Kalau begitu, saya permisi dulu ya Pak, selamat siang Pak

Konselor
Iya silahkan Mas Subhan, selamat siang”
Termination


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar